Jumat, 01 Maret 2013

Konsep membuat rumusan indicator hasil belajar


Konsep membuat rumusan indicator hasil belajar
A. Definisi Indikator
Dalam kaitannya dengan KTSP guru hendaknya memahami langkah penting dalam menjabarkan kompetensi dasar kedalam indokator.
Disisi sebelum guru dapat menjabarkan kompetensi dasar kedalam indicator guruharus lebih dahulu mengerti define dari indicator itu sendiri yaitu indicator adalah prilaku yang dapat diukur atau di observasin untuk menunjukkan pencapaian kompetensi dasar tertentu untuk yang menjadi acauan penilaian mata pelajaran.
Jadi indicator merupakan kompetensi dasar yang spesifik apabila serangkaian indicator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.
1. Komponen-komponen indicator
Pada komponen indicator, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Indicator merupakan penjabaran dari KD yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik.
b. Indicator dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
c. Rumusan indicator menggunakan kerja operasional yang terukur atau dapat di observasi.
d. Indikator digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun alat penilaian.
2. Kata-kata operasioanal yang dijabarkan dalam membuat indicator
Kata-kata operasional yang digunakan untuk membuat indicator kompetensi, baik yang menyangkut kognitif, efektoif maupun psikomotorik diantaranya adalah :
a. Kognitif meliputi
1. Knowledge (pengetahuan) yaitu menyebutkan, menuliskan, menyatakan, mengurutkna, mengidentifikasi, mendefinisikan, mencocokkan, member nama, member lebel, dan melukiskan.,
2. Comprehension (pemahaman) yaitu, menerjemahkan, mengubah, menggeneralisasikan, menguraikan, menuliskan kembali, merangkum, membedakan, mempertahankan, menyimpulkan, mengemukakan pendapat, dan menjelaskan.
3. Application (penerapan) yaitu, mengoperasikan, menghasilkan, mengatasi, mengubah, menggunakan, menunjukkan, mempersiapkan, dan menghitung.
4. Analysis (analisis) yaitu, menguraiakan, membagi-bagi, memilih dsan membedakan.
5. Synthesis ( sintesis) yaitu, merancang, merumuskan, mengorganisasikan, menerapkan, memadukan, dan merencanakan.
6. Evaluation (evaluasi) yaitu, mengkritisi, menafsirkan, mengadili, dan memberikan evaluasi.
b. Efektif meliputi
1. Receiving (penerimaan) yaitu mempercayai, memilih, mengikuti, bertanya, dan mengalokasikan.
2. Responding ( menanggapi) yaitu konfirmasi, mejawab, membaca, membantu, melaksanakan, melaporkan, dan menampilkan.
3. Valuing (penamaan nilai) yaitu menginisiasi, megundang, melibatkan, mengusulkan, dan melakukan.
4. Organigastion (pengorganisasian) yaitu, memverivikasi, menyusun, menyatukan, menghubungkan, dan mempengaruhi.
5. Characterization (karakterisasi) yaitu menggunakan nilai-nilai sebagai pandangan hidup, mempertahankan nilai-nilai yang sudah diyakini.
c. Psikomotorik atau gerak jiwa meliputi
1. Observing (pengamatan) yaitu, mengamati proses, member perhatian pada tahap-tahap sebuah perbuatan, memberi perhatian pada sebuah artikulasi.
2. Initation (peniruan) yaitu melatih, mengubah, membongkar sebuah struktur, membangun kembali sebuah struktur dan menggunakan sebuah model.
3. Practicing (pembiasaan) yaitu, membiasakan prilaku yang sudah dibentuknya, mengontrol kebiasaan agar tetap konsisten.
4. Adapting (penyesuaian) yaitu, menyesuaikan model, mengembangkan model, dan menerapkan model.
B. Menjabarkan Kompetensi Dasar Kedalam Indikator
Cara atau langkah yang paling mudah untuk menjabarkan kompetensi adalah menambah kolom disebelah kanan pada format standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Untuk memilih kata-kata operasional dalam indicator, bisa melihat data-data operasional sebagaimana dikemukakan diatas. Dalam pada itu guru bisa manambahkan kata-kata operasional untuk mengisi indicator yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan daerah dan satuan pendidikan masing-masing.
Seteleh indicator kompetensi dari kompetensi dasar yang telah diajarkan telah diidentifikasi selanjutnya dikembangkn dalam kalimat indicator yang merupakan karakteristik kompetensi dasar.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul dan Dian Anjani. 2006. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.
Mulyasa. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.
Muslich, Mansur. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Contoh mengembangkan kalimat indicator
SK : Memahami lingkungan kehidupan manusia.
KD : Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya pada kehidupan.
Indikator :
1. Menguraikan keragaman bentuk muka bumi.
2. Menunjukkan proses pembentukan muka bumi.
3. Menjelaskan dampak keragaman bentuk muka bumi terhadap kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar