Kamis, 06 Desember 2012

APLIKASI RUMUSAN KOMPETENSI DASAR AL-QUR’AN HADIST MTs / MA



BAB I
       Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Kehadiran agama islam yang dibawah Nabi Muhammad Saw.Diyakinkan dapat mewujudkan kesejahteraan kehidupan lahir dan batin.dengan Aqur’an dan hadist,serta ijma’ dan qiyas sebagai sumber ajaran dan hukum yang telah disepakati.
Mata pelajaran al-Qur’an hadist merupakan salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam,dalam mata pelajaran ini hendaknya kita selaku tenaga pengajar mengetahui metode aplikasi rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA dan garis besar pelajaran alqur’an hadist,dengan kita memahami dan memperaktekan semuanya itu,maka akan tercapailah keberhasilan apa yang telah kita rumuskan didalam kompetensi dasar.        
           Oleh karna itu,kami selaku pemakalah mengakat tema ini,dengan tujuan agar tercapainya keberhasilan apa yang telah kita rumuskan didalam kompetensi dasar.  
1.2. Rumusan masalah   
1.      Apa pengertian metode  ?
2.       Bagaimana metode mengaplikasi rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA ?
3.      Apa saja Garis Besar Materi Pembelajaran Al-Qur’an Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah ?
4.      Apa faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal), dari luar (faktor external),perestasi perserta didik setelah meangaplikasikan  rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs/MA?


1.3. Tujuan masalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas,maka tujuan hendak dicapai adalah untuk mengetahui metode-metode mengaplikasi rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA dan mengetahui Garis Besar Materi Pembelajaran Al-Qur’an Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah.


















BAB II
       Pembahasan
2.1.Pengertian Metode
            Dalam proses pendidikan islam pendidikan,metode mempunyai  kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan karena ia menjadi sarana yang mempermaknakan  materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian  rupa sehinga dapat dipahami atau diserap oleh anak didik menjadi pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya.
            Jadi metode dari segi bahasa berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos.meta berarti “melalui” dan hodos berarti  “jalan” atau “cara”.dengan demikian metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilaalui untuk mencapai suatu tujuan[1].Selain itu adapula yang mengatakan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan,menguji,dan meyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut[2]. Ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa metode sebenarnya berarti jalan untuk mencapai tujuan.[3]    
2.2. Metode-metode mengaplikasi rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA



1.Metode teladan      
Dalam Al-Qur’an telada diproyeksikan dengan kata uswah yang kemudian diberi sifat dibelakangnya seperti sifat hasanah yang berarti baik .sehingga terdapat ungkapan uswtun hasanah  yang artinya teladan yang baik. Seperti dalam ayat yang artinya ; dalam diri rosulullah itu kamu dapat menemukan teladan yang baik.( Q.S.al-Ahzab,33: 21)
Jadi dalam metode ini seorang pengajar harus menjadi panutan yang baik murid-muridnya.dan melaksanakan apa yang sebulum ia sampaikan.
2.Metode kisah-kisah
Didalam  Al-Qur’an selain terdapat nama surat-surat yaitu surat
al-Qoshos yang berarti cerita-cerita atau kisah-kisah.
            Dalam metode ini seorang pengajar menceritakan kisah-kisah yang mana dapat diambil sebuah pelajaran yang positif dalam kisah tersebut,misalnya : kisah–kisah para nabi-nabi terdahulu dan lain-lain.
3.Metode nasehat
Metode ini menggunakan kalimat-kalimat yang menyentuh hati untuk mengarahkan manusia kepada ide yang dikehendakinya.misalnya seperti  nasehat nabi Sholeh ketika meninggalkan kaumnya  berkata : “hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku,dan aku telah member nasehat kepadamu,tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.”( Q.S.7:79).
4.Metode pembiasaan
Cara lain yang digunakan oleh Al-Qur’an dalam memberikan materi pendidikan adalah melalui pembiasaan yang dilakukan secara bertahap.dalam hal ini termasuk merubah kebiasaan-kebiasaan yang negatif.Kebiasaan ditempatkan oleh manusia sebagai sesuatu yang istimewah.


5.Metode hukum dan ganjaran
Muhammad Quthb mengatakan : “ bila teladan dan nasehat tidak mampu,maka pada waktu itu harus diadakan tindakan tegas yang dapat meletakan persoalan ditempat yang benar.tindakan itu adalah hukuman.”©[4]        
6.Metode ceramah
Ceramah atau khutbah termasuk cara yang paling banyak digunakan dalam mennyampaikan atau mengajak orang lain mengikuti ajaran yang telah ditentukan.metode ceramah ini dekat dengan kata tabligh yaitu menyampaikan suatu ajaran.
7.Metode diskusi
Metode diskusi juga diperhatikan oleh Al-Qur’an dalam mendidik dan mengajar manusia dengan tujuan lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap suatu masalah.
8.Metode lainnya
            Metode perintah dan larangan metode pemberian suasana,metode mendidik secara kelompok,metode intruksi,metode bimbingan dan penyuluhan ,metode perumpamaan,metode taubat dan ampunan,dan metode pengajian.
2.3. Garis Besar Materi Pembelajaran Al-Qur’an Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah
Keberhasilan kegiatan belajar-mengajar atau kegiatan pembelajaran bertumpu pada banyak hal, di antaranya adalah peran dan profesionalisme pendidik, kelengkapan kurikulum, kesempurnaan materi pelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana, serta antusiasme peserta didik. Ketiadaan satu faktor saja dari beberapa faktor di atas dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi timpang dan tidak sempurna. Dengan demikian, terpenuhinya beberapa faktor di atas menjadi sebuh keniscayaan dalam kegiatan belajar-mengajar.
Di antara beberapa faktor yang menunjang keberhasilan kegiatan belajar-mengajar, materi pelajaran termasuk hal yang cukup penting. Sebab, materi pelajaran merupakan substansi yang akan diajarkan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahkan, Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa bahan pelajaran atau materi pelajaran merupakan unsur inti dalam kegiatan belajar-mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh para siswa[5]. Adapun definisi materi pelajaran adalah salah satu sumber belajar yang berisi pesan dalam bentuk konsep, prinsip, definisi, gugus isi atau konteks, data dan fakta, proses, nilai, serta kemampuan dan keterampilan. Materi pelajaran yang akan dikembangkan oleh guru mengacu pada kurikulum atau terdapat dalam silabus yang penyampaiannya disesuaikan dengan kebutuhan dan lingungan peserta didik.[6]
Dalam makalah sederhana ini, penulis akan mencoba memetakan ruang lingkup materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah melakukan pemetaan atas materi pelajaran, penulis mencoba menganalisisnya dengan menggunakan perspektif pilar-pilar ajaran Islam. Dari pembahasan sederhana ini, diharapkan akan diketahui garis besar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk kemudian bisa diperoleh celah-celah untuk mengevaluasi dan mengembangkan bahan ajar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).
A.    Pengertian Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis
Sebelum memaparkan lebih lanjut definisi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, berikut ini akan penulis kemukakan cakupan materi ajaran agama Islam. Menurut Erwin Yudi Prahara[7], materi ajaran agama Islam dapat dibedakan menjadi empat jenis. Pertama, materi dasar, yaitu materi yang penguasaannya menjadi kualifikasi lulusan dari pengajaran yang bersangkutan dan diharapan dapat secara langsung membantu terwujudnya sosok individu “berpendidikan” yang diidealkan. Di antara materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Tauhid atau Akidah (dimensi kepercayaan), Fikih (dimensi perilaku ritual dan sosial), dan Akhlak (dimensi komitmen). Kedua, materi sekuensial, yaitu materi yang dimaksudkan untuk dijadikan dasar untuk mengembangkan lebih lanjut materi dasar. Dengan kata lain, materi ini menjadi landasan yang akan mengokohkan materi dasar. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Al-Qur’an dan Hadis.
Ketiga, materi instrumental, yaitu materi yang secara tidak langsung berguna untuk meningkatkan keberagamaan, tetapi penguasaannya sangat membantu sebagai alat untuk mencapai penguasaan materi dasar keberagamaan. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Bahasa Arab. Keempat, materi pengembang personal, yaitu materi yang secara tidak langsung meningkatkan keberagamaan ataupun toleransi beragama, tetapi mampu membentuk kepribadian yang sangat diperlukan dalam “kehidupan beragama”. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah sejarah kehidupan manusia, baik sejarah di masa lampau maupun di masa kontemporer. Materi ini biasanya diimplementasikan dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam.
Dengan demikian, materi ajaran agama Islam terdiri atas Tauhid/Akidah, Fikih/Ibadah, Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Bahasa Arab, dan Tarikh Islam/Sejarah Kebudayaan Islam. Sebenarnya, materi ini dapat dikembangkan dan diperluas. Apalagi kalau memakai perspektif integrasi-interkoneksi yang diusulkan oleh M. Amin Abdullah. Sehingga, materi ajaran agama Islam tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu keislaman semata, tetapi juga ilmu lain yang dapat membantu pencapaian keberagamaan Islam secara komprehensif. Akan tetapi, untuk tingkat madrasah, penulis kira enam materi ajaran agama Islam di atas sudah memadai.
Selanjutnya, secara definitif, mata pelajaran Al-Qur’an Hadis adalah mata pelajaran agama Islam yang titik tekannya bertumpu pada kemampuan membaca Al-Qur’an dan hadis, pemahaman surat-surat pendek, serta mengaitkan kandungan Al-Qur’an dan hadis dengan kehidupan sehari-hari. Biasanya mata pelajaran ini diajarkan kepada siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (dulu bernama MAPK dan MAK).[8] Sebagaimana dikemukakan di depan, mata pelajaran Al-Qur’an Hadis menjadi landasan yang akan mengokohkan materi lainnya, yakni Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.
B.     Karakteristik Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis
 1.  Fungsi
Fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain dalam rumpun pelajaran agama Islam dan Bahasa Arab yang diajarkan di madrasah. Adapun fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, dan juga mata pelajaran agama lainnya, adalah untuk memotivasi peserta didik agar mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari.[9] Fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan juga mata pelajaran agama lainnya ini selaras dengan ungkapan pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 yang menegaskan bahwa pendidikan agama “merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan mempertimbangkan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”. Adapun fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis secara khusus adalah menjadi landasan yang akan mengokohkan materi dasar.[10]
 2.  Tujuan
Tujuan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis adalah:
a.       Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan hadis.
b.      Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.
c.       Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah, terlebih shalat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat atau ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.[11]
3.  Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ruang lingkup materi dan ruang lingkup penyajian materi. Ruang lingkup materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX dapat dipetakan sebagai berikut.[12] 
a.  Kelas VIII Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.
1.1       Menerapkan hukum bacaan laam dan ra’ dalam Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur.
2.      Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah).
2.1        Memahami isi kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur
2.2    Memahami keterkaitan isi. kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan.
2.3    Menerapkan kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya.
3.      Memahami hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.
3.1   Menulis hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.
3.2   Menerjemahkan makna hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.
4.3   Menghafal hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.
5.4   Menjelaskan  keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku keseimbangan hidup di dunia dan akhirat dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
 b.  Kelas IX Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.   Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.
1.1     Menerapkan hukum mad shilah dalam Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah.
1.2     Menerapkan hukum mad laazim mukhaffaf kilmii, mad laazim mutsaqqal kilmii, dan mad farqi dalam Al-Qur’an.
2.    Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang hukum fenomena alam.
2.1     Memahami isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah tentang hukum fenomena alam.
2.2     Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah tentang hukum fenomena alam dalam kehidupan.
2.3     Menerapkan isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya.
3.   Memahami hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
3.1    Menulis hadis tentang  menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
3.2    Menerjemahkan makna hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
3.3    Menghafal hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
3.4    Menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku menjaga dan melestarikan lingkungan alam dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
 c.  Kelas IX Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.
1.1  Menerapkan hukum bacaan mad, laam, dan ra’ dalam Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq.
1.2  Menerapkan hukum bacaan mad laazim mukhaffaf harfii dan mad laazim mutsaqqal harfii dalam Al-Qur’an.
2.      Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu.
2.1  Memahami isi kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu.
2.2  Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan.
2.3  Menerapkan kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan sehari-hari.
3.      Memahami hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.
3.1  Menulis hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.
3.2  Menerjemahkan makna hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.
3.3  Menghafal hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.
3.4  Menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku menuntut ilmu dan menghargai waktu dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
Berdasarkan ruang lingkup materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX sebagaimana dipetakan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) di atas, maka materi Al-Qur’an untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX meliputi:
a.       Menimbun harta; menjelaskan kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur (Kelas VIII semester 2).
b.      Hukum fenomena alam; menjelaskan kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah (Kelas IX semester 1).
c.       Menghargai waktu dan menuntut ilmu; menjelaskan kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq (Kelas IX semester 2).
Adapun ruang lingkup penyajian materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah menurut Peraturan Menteri Agama (Permenag) Tahun 2008 meliputi:
d.      Membaca dan menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid.
e.       Menerjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat, dan hadis dalam memperkaya khazanah intelektual.
f.       Menerapkan isi kandungan ayat atau hadis yang merupakan unsur pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.[13]
C. Ruang Lingkup Materi Pelajaran Al-Qur’an Hadis dalam Perspektif Pilar-pilar Agama Islam
Dalam menganalisis ruang lingkup dan garis besar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, penulis mengajukan satu pertanyaan kunci: sudahkah keseluruhan isi materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), khususnya materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, mencakup pilar-pilar ajaran Islam?
Lantas, apa saja pilar-pilar ajaran Islam itu? Mengutip penjelasan Mohammad Daud Ali, kerangka dasar ajaran Islam terdiri atas akidah, syariah, dan akhlak.[14] Pemetaan kerangka dasar ajaran Islam ini didasarkan pada sistematika iman, Islam, dan ihsan yang berasal dari Nabi Muhammad saw.[15] Secara definitif, akidah merupakan penjabaran konsep iman, syariah merupakan penjabaran konsep Islam yang direalisasikan lewat ibadah serta muamalah, dan akhlak merupakan penjabaran konsep ihsan.[16] Dari ketiga prinsip dasar inilah lahir berbagai macam kajian keislaman, seperti akidah, akhlak, fikih, tafsir, hadis, tarikh, dan sebagainya.
Berdasarkan kerangka pilar-pilar agama Islam (akidah, syariah, akhlak) inilah penulis mencoba menganalisis dan memetakan materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), khususnya materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, yang penulis gambarkan dalam bagan berikut ini.

No.
Materi Pelajaran Al-Qur’an
Sebaran
Pilar-pilar Islam
1
Menimbun harta (serakah) → cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki
Kelas VIII Semester 2
Muamalah (Syariah)
Akhlak
2
Hukum fenomena alam
Kelas IX Semester 1
Akidah
3
Menghargai waktu dan menuntut ilmu
Kelas IX Semester 2
Akhlak
Ibadah
Berdasarkan pemetaan di atas, penulis menyimpulkan bahwa materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX masih kurang komprehensif, yakni kurang mencakup pilar-pilar dan dasar-dasar ajaran Islam secara keseluruhan. Walaupun demikian, sebaran materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX sudah lumayan seimbang, dalam arti mencoba merangkul pilar-pilar akidah, syariah, dan akhlak.

2.4. faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal), dari luar (faktor external),perestasi perserta didik setelah meangaplikasikan  rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs/MA
Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal), dari luar (faktor external) individu, maupun faktor pendekatan pembelajaran. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya.
1.      Yang tergolong faktor internal adalah:
A.    Faktor jasmaniah (psikologis) yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu jug akan cepat lelah, kurang bersemangat dan kelainan fungsi alat tubuh lainnya.
B.      Faktor-faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang terdiri atas:
Ø  Faktor intelektif yang meliputi:
a)      Faktor Potensial yaitu kecerdasan dan bakat
b)      Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki
Ø  Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti[17]:
a)      Perhatian
Untuk menjamin hasil belajar siswa yang baik, siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan sehingga ia tidak usah lagi belajar. Dan yang terjadi prestasi belajar siswa menurun karena bahan pelajaran yang disajikan kurang dalam dan menarik perhatian siswa[18].

b)      Bakat
Adalah kemampuan untuk belajar, kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih karena ia senang belajar dan lebih giat lagi dalam belajarnya. Penting untuk mengetahui bakat siswa dan menempatkan siswa belajar di sekolah yang sesuai dengan bakatnya[19].
c)      Minat
Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya untuk mencapai/memperoleh benda/tujuan yang diminati tersebut. Timbulnya minat belajar disebabkan berbagai hal antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat/memperoleh pekerjaan yang serta hidup senang dan bahagia. Minat yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah.
d)     Motivasi
Dalam kegiatan belajar, berlangsungnya proses pembelajaran dan keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh faktor intelektual, tetapi juga faktor-faktor non intelektual termasuk motivasi.
Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang turu mempengaruhi keberhasilannya dalam prestasi belajar, karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama dari yang berasal dari diri dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus dihadapi untuk menggapai cita-cita.



e)      Kebutuhan
Seseorang anak akan terdorong untuk melakukan sesuatu bila ia merasa membutuhkan/merasakan adanya kebutuhan. Kebutuhan ini menimbulkan keadaan yang tidak seimbang pada ketegangan yang meminta pemuasan agar kembali pada keadaan yang seimbang[20].
2.      Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Adalah:
1)      Faktor sosial yang terdiri atas
a)      Lingkungan keluarga
Faktor orang tua sangat besar pengaruh terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua, dan seterusnya. Semuanya itu turut mempengaruhi pencapaian prestasi belajar anak.
Disamping itu, faktor keadaan rumah tangga juga turut mempengaruhi keberhasilan belajar.
b)      Lingkungan sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar, kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas sekolah dan sebagainya.
c)      Lingkungan Masyarakat
Keadaan masyarakat yang menentukan prestasi belajar, bila di sekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi, moralnya baik. Hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar, dan begitupun sebaliknya.
2)      Faktor Budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian
3)      Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan sebagainya
4)      Faktor lingkungan spiritual/keagamaan
5)      Faktor pendekatan belajar
Pendekatan belajar yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi pelajaran. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah mencapai tujuan belajar tertentu. [21]

 2.5. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
MATA PELAJARAN : AL-QUR’AN HADITS
KELAS X
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mampu mendefinisikan Al-Qur’an dan wahyu, memahami cara dan hikmah wahyu dan Al-Qur’an diturunkan, mengidentifikasi kedudukan, fungsi dan tujuan serta pokok-pokok isi Al-Qur’an, mengenal kemukjizatan Al-Qur’an,dan mengenal cara kedudukan, dan cara mencari surat dan ayat Al-Qur’an.
Mendefinisikan Al-Qur’an dan wahyu.
Menunjukkan pemahaman tentang  cara-cara wahyu
Diturunkan
Menceritakan proses diturunkannya
Al-Qur’an
Mengidentifikasikan kedudukan, fungsi dan tujuan Al-Qur’an
Menyimpulkan pokok-pokok isi Al-Qur’an
Menceritakan kemukjizatan Al-Qur’an
Mengenal cara mencari surat dan ayat Al-Qur’an
Mampu mengidentifikasikan persamaan dan perbedaan hadits, sunnah, khabar dan atsar, mengenal unsur-unsur hadits dan beberapa kitab kumpulan hadits
Mendefinisikan Hadits, Sunnah, Khabar dan Atsar.
Menjelaskan macam-macam hadits dan  unsur-unsurnya
Menceritakan kedudukan dan fungsi  Hadits/ Sunnah

Mengenal beberapa kitab kumpulan hadits
B.KELAS XI
PROGRAM IPA, IPS DAN BAHASA
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mampu mengidentifikasi kemurnian dan kesempurnaan Al-Qur’an,  menerapkan prinsip Al-Qur’an sebagai sumber nilai, mengenali nikmat Allah dan mensyukurinya, dan menerapkan  ajaran Al-Qur’an tentang pemanfaatan alam. 
Menafsirkan ayat-ayat Al-Quran tentang kemurnian dan kesempurnaan Al-Qur’an.
Menerapkan Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber nilai dan pemikiran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah.
Mengidentifikasikan macam-macam  nikmat  Allah SWT
Mendemontrasikan cara Mensyukuri nikmat Allah
Menerapkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan dasar kewajiban beribadah kepada Allah.
Mampu menerapkan  ajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang pola hidup sederhana, pokok-pokok kebajikan dan amar ma’ruf nahi munkar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
Menerapkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang pola hidup sederhana.
Menerapkan pokok-pokok kebajikan sebagaimana disyariatkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Menceriterakan balasan bagi orang beriman dan beramal shaleh.

C. KELAS XII
PROGRAM IPA, IPS DAN BAHASA
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mampu menerapkan ajaran Al-Qur’an mengenai dakwah, tanggung jawab manusia, kewajiban berlaku adil dan jujur.
Menganalisis hukum dan metode dakwah.
Menerapkan sikap bertanggung jawab terhadap diri, keluarga dan masyarakat.
Menerapkan diri berlaku adil dan jujur.
Mampu menerapkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang etika pergaulan, kerja keras, pembangunan pribadi dan masyarakat dan  ilmu pengetahuan.
Menerapkan etika pergaulan sesama manusia.
Menafsirkan ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang giat bekerja.
Melaksanakan ajaran Al-Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan pembangunan pribadi dan masyarakat.
Menerapkan ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang makanan yang halal dan baik.





BAB III
Penutup
3.1.Kesimpulan
3.1.1.Pengertian metode
            Metode ialah berarti jalan untuk mencapai suatu tujuan.
3.1.2. Metode-metode mengaplikasikan rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA
            1.Metode teladan
2.Metode kisah-kisah
            3.Metode nasehat
            4.Metode pembiasaan
            5.Metode hukum dan ganjaran
            6.Metode ceramah
            7.Metode diskusi
            8.Metode lainnya
  3.1.3. faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal), dari luar (faktor external),perestasi perserta didik setelah meangaplikasikan  rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs/MA
1.      faktor internal :
Ø  Faktor jasmaniah (psikologis)
Faktor-faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang terdiri atas:
a.       Faktor Potensial yaitu kecerdasan dan bakat
b.      Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki
Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti:
a.     Perhatian
b.    Bakat
c.     Minat
d.    Motivasi
e.       Kebutuhan
2.      Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Adalah:
                                                         I.            Faktor sosial yang terdiri atas :
a.       Lingkungan keluarga
b.      Lingkungan sekolah
c.       Lingkungan Masyarakat
                                                      II.            Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian
                                                   III.             Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan sebagainya
                                                   IV.            Faktor lingkungan spiritual/keagamaan.
                                                      V.            Faktor pendekatan belajar
3.2 . Saran
        Dari makalah ini penulis mengharapkan agar para pembaca dan khsusnya INKAFA dan  para pengajar yang berada di pondok pesantren Mamba’us sholihin dapat mengetahui Metode-metode mengaplikasikan rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA, Citra diri kita sebagai tenaga pengajar yang mengaplikasikan rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs / MA, faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal), dari luar (faktor external),perestasi perserta didik setelah meangaplikasikan  rumusan kompetensi dasar al-Qur’an hadist MTs/MA,Semoga manfaat dan sebagai  bentuk persembahan pemakalah kepada INKAFA dan pondok pesantren mamba’us sholihin.
Daftar pustaka
Depag RI. al-Qur’an dan Terjamahnya.CV.Penerbit Dipanegaro,Bandung:al-Hikmah,2010.
Mastna moh.MA,.al-Qur’an Hadist Madrash Aliyah Kelas XI dan XII,PT. Karya Toha Putra,Semarang:2009 dan 2010.
Asmani Jamal Ma’mur.7tip Aplikasi PAKEM,DIVA Press,jogjakarta:2011
Muhadjir Noeng.Filsafat Ilmu,Rakesarasin,Yogyakarta:2001
Qomar Mujamir M.Ag.Epistemologi Pendidikan Islam,PT.Gelora Aksara Pratama,Jakarta:2009.
 Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006.
 Hawin Murtadho dan Salafuddin A.J.Terjemah hadist, Solo: Al-Qowam, 2001.
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.
S. Nasution, Didaktik Metodik Asas-Asas Mengajar ,Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Muhibin, Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2004)
Zainal Arifin, Evaluasi Intruksional Prinsip-Teknik-Prosedru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991)
Poerwodarminto , Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1995)
Roestiyan NK, Didatik Metodik (Jakarta, Bumi Aksara, 1994)
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2004)
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995)
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: PTRaja Grafindo Persada, 2006)
H. Zuharini Dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama (Surabaya: Usaha Nasional, 1983)
 Zakiyah Drajat, Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: Bulan Bintang, 1991)
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT. Remaja Rosda karya, 2005)
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995)
Abu Ahmadi, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1995)
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1995),
Hamalik Oemar.Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum,PT.Remaja Rosdakarya,.Bandung :2008.



[1] Suharsimi Arikunto,Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan,Jakarta:Bumi Aksara, cet.ke-10,1993,h.1.
[2] H.M.Arifin,Ilmu Pendidikan Islam,Jakarta:Bumi Aksara,cet.ke-1,1991,h.247.
[3]  A.Tabrani Rusyandkk.,pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar,Bandung: Remaja Rosda Karya,cet.ke-2,1992.

[4]  Muhammad Quthb,op.cit.i.h.341.

[5] Darwyn Syah, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), hlm. 114.

[6] Ibid., hlm. 114-115
[7] Erwin Yudi Prahara, Materi Pendidikan Agama Islam (Ponorogo: STAIN Press, 2009), hlm. 15-18.

[8] Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.
[9] Abd. Wadud, Pendidikan Agama Islam Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII (Semarang: PT Karya Toha Putra, 2009), hlm. iii.

[10] Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 16.

[11] Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.
[12] T. Ibrahim dan H. Darsono, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, Jilid 2 (Solo: Tiga Serangkai, 2009) dan T. Ibrahim dan H. Darsono, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas IX Madrasah Tsanawiyah, Jilid 3 (Solo: Tiga Serangkai, 2009).

[13] Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

[14] Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006), hlm. 133. Bandingkan dengan Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 19-20.

[15] Lihat hadis riwayat Imam Muslim dari Umar yang mengisahkan dialog antara Rasulullah saw. dan Malaikat Jibril tentang iman, Islam, dan ihsan. Imam Yahya bin Syarafuddin an-Nawawi, Syarah Hadits Arba’in: 41 Hadits tentang Kaidah-kaidah Agung Agama Islam serta Penjelasannya, terj. Hawin Murtadho dan Salafuddin A.J. (Solo: Al-Qowam, 2001), hlm. 43-47.

[16] Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 19-20. Bandingkan dengan Mohammad Daud Ali, Pendidikan, hlm. 133-135.

[17] Abu Ahmadi, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), h. 138
[18] Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), h. 56

[19] Ibid, h. 57

[20] S. Nasution, Didatik Asas-Asas, h. 74
[21] Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, h. 155

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar